Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pemprov Kalbar Memiliki Harapan Besar PAD Terus Meningkat

Hal tersebut tidak lepas dari realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2022 lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp700 Miliar.
M. Mutawallie Syarawie
M. Mutawallie Syarawie - Bisnis.com 05 Januari 2023  |  19:16 WIB
Pemprov Kalbar Memiliki Harapan Besar PAD Terus Meningkat
Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) berharap APBD Tahun Anggaran 2023 meningkat berkat kinerja positif sepanjang tahun lalu.

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menyatakan hal tersebut tidak lepas dari realisasi pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2022 lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp700 miliar.

“Ini merupakan capaian yang luar biasa. Saya berharap di tahun 2023 ini meningkat, perkiraan saya sekitar Rp200 miliar dari yang kita targetkan, apabila semua komponen pajak bisa dimaksimalkan,” ujarnya yang dikutip, Rabu (4/1/2022).

Berdasarkan data yang dihimpun Bank Indonesia Kalbar, realisasi PAD tercatat sebesar Rp2,37 triliun atau 88,83 persen dari pagu hingga kuartal III/2022. Pajak daerah mencatatkan porsi realisasi paling besar, yaitu mencapai 82,06 persen dari total realisasi PAD Kalbar.

Sutarmidji menambahkan, sebagian PAD yang berhasil dihimpun akan diberikan kepada seluruh 14 Kabupaten dan Kota yang ada di Provinsi Kalbar melalui proses dana transfer ke daerah.

“Dari seluruh PAD itu nanti ada 70 persen untuk daerah di bagi kabupaten/kota dan 30 persen akan kita alokasikan untuk pembangunan.  Sehingga dari APBD kita sekitar Rp 6 triliun nanti Rp1 triliun lebih sebenarnya untuk kabupaten/kota,” katanya.

Dia meminta bagi hasil pajak untuk kabupaten/kota digunakan untuk memprioritaskan infrastruktur dengan minimal belanja mencapai 40 persen.

“Jangan sampai ada kabupaten/kota belanja infrastrukturnya atau belanja modalnya tidak sampai sebesar bagi hasil pajak yang kita transfer ditempat dia (kabupaten/kota). Jika ada daerah seperti itu, maka sulit untuk maju," terangnya.

Menurutnya, untuk menyelesaikan infrastruktur jalan di Provinsi Kalbar memerlukan dana sekitar Rp7 triliun lebih, tetapi PAD yang dimiliki untuk saat ini masih jauh dari harapan. 

"Untuk membangun jalan dengan jarak satu kilometer itu untuk kondisi saat ini bisa membutuhkan biaya sekitar Rp9 miliar. Sedangkan, kita saat ini memiliki 1.534 kilometer ruas jalan provinsi,” kata Sutarmidji.

Dia mengungkapkan bahwa pada awal menjabat sebagai gubernur, 50 persen jalan provinsi dalam keadaan tidak baik. Kendati demikian, menjelang akhir masa jabatan 80 persen jalan provinsi diklaim telah mantap dan 20 persen sisanya berstatus belum mantap.

“Saya tekankan perusahaan perkebunan dan tambang, mari peliharalah jalan 20 persen ini karena yang merusak jalan ini kan juga perkebunan dan pertambangan. Mereka juga harus menjaga jalan yang belum aspal, dirawat, agar fungsional,” tegasnya.

Di sisi lain, Sutarmidji juga menyoroti ruang publik bagi masyarakat dengan membangun tempat olahraga dan ruang publik lainnya.

Dia menjelaskan, beberapa ruang-ruang publik telah selesai dibangun dan terus berupaya melanjutkan pembangunan satu gelanggang olahraga (GOR) tambahan sebelum masa jabatannya berakhir.

Dia menuturkan bahwa capaian Tahun Anggaran 2022 cukup baik dibandingkan tahun sebelumnya dengan serapan sebesar 92 persen dan menempati urutan 10 nasional. “Pendapatan ada di urutan lima nasional. Saya optimistis selesai perhitungan nanti bisa di atas 95 persen,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kalbar pendapatan daerah
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top