Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Gubernur Kaltara Buka Pintu Investasi dan Kerja Sama di Sektor Industri Hijau

Gubernur Kalimantan Utara Zainal A Paliwang membeberkan wilayahnya terbuka untuk investasi dan kerja sama, terutama dalam hilirisasi industri dan ekonomi hijau.
M. Mutawallie Syarawie
M. Mutawallie Syarawie - Bisnis.com 28 April 2023  |  15:59 WIB
Gubernur Kaltara Buka Pintu Investasi dan Kerja Sama di Sektor Industri Hijau
Tangkapan layar - Kawasan Industri Hijau Indonesia di Kalimantan Utara akan menjadi kawasan industri hijau terbesar di dunia. JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Bisnis.com, BALIKPAPAN –– Gubernur Kalimantan Utara Zainal A Paliwang membeberkan wilayahnya terbuka untuk investasi dan kerja sama, terutama dalam hilirisasi industri dan ekonomi hijau.

Salah satu upaya yang tengah dilakukan adalah pembangunan kawasan industri hijau Indonesia (KIHI) di Kalimantan Utara, yang diperkirakan menarik investasi sebesar US$110 miliar.

“Investasi di KIHI diproyeksi mencapai US$110 miliar atau hampir Rp2.000 triliun,” ujarnya yang dikutip dalam keterangan resmi, Jumat (28/4/2023).

PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI), salah satu pengelola KIHI, telah mencapai kemajuan signifikan dalam pembangunan fasilitas umum, seperti gedung kantor, sistem air bersih, dan dormitory.

PT Kalimantan Aluminium Industri (KAI) dan PT Taikun Petro Chemicals, dua tenant PT KIPI, saat ini tengah membangun jetty dan tahap konstruksi. 

Sebelumnya, Pemerintah sendiri berencana menarik investasi sebesar US$545,3 miliar atau Rp8.128 triliun pada tahun 2040 melalui peta jalan hilirisasi industri yang melibatkan 21 komoditas, termasuk pertambangan.

Zainal mengungkapkan bahwa produksi Aluminium Ingot dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2025, dengan kapasitas awal sebesar 500.000 ton per tahun dan akan ditingkatkan hingga 1,5 juta ton per tahun, dimana konstruksi industri smelter akan dimulai pada semester II tahun ini.

“Ini adalah pembangunan industri yang kongkret dan akan menyerap banyak tenaga kerja, baik lokal maupun pendatang. Berdasarkan informasi dari pihak pengelola PT KIPI saat ini sudah ada sebanyak 750 pekerja disana dan akan terus bertambah,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, provinsi ini juga mendorong percepatan investasi di sektor energi baru terbarukan, seperti pembangunan Hydro Power Plant atau Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Kemudian, Zainal menekankan kegiatan investasi itu seiring dengan komitmen Kaltara dalam menjaga keberlangsungan lingkungan yang terlihat dari sejumlah aksi nyata yang telah dilakukan dalam memperbaiki lingkungan serta upaya melaksanakan transisi energi.

“Rehabilitasi 77.000 Ha hutan mangrove Delta Kayan Sembakung yang akan selesai direhabilitasi di tahun 2024, pembangunan PLTA Kayan dan Mentarang 10.375 MW, juga dibangun 30.000 Ha kawasan industri hijau,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltara investasi
Editor : Ajijah

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    Terpopuler

    Banner E-paper
    back to top To top