Balikpapan Pilot Project Vaksinasi DBD

Vaksinasi ini ditujukan untuk anak-anak usia 5-14 tahun yang merupakan kelompok rentan terhadap penyakit DBD.
Vaksin DBD/lancet
Vaksin DBD/lancet

Bisnis.com, BALIKPAPAN –– Kota Balikpapan menjadi daerah pertama di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), bahkan di Indonesia, yang melaksanakan vaksinasi demam berdarah dengue (DBD) secara massal.

Vaksinasi ini ditujukan untuk anak-anak usia 5-14 tahun yang merupakan kelompok rentan terhadap penyakit DBD.

Vaksinasi DBD ini merupakan bagian dari program Balikpapan Pilot Project Vaksinasi DBD yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Andi Sri Juliarty, mengatakan bahwa program ini menyasar sekitar 13.885 anak yang bersekolah di Kecamatan Balikpapan Utara dan Kecamatan Balikpapan Tengah.

“Kami memilih SD Al Auliya yang berada di wilayah Kecamatan Utara dan hari ini adalah giliran hari vaksinasi di SD Auliya,” ujarnya kepada media, Rabu (7/2/2024).

Wanita yang akrab disapa Dio ini mengungkapkan bahwa sekolah ini dipilih karena memiliki jumlah siswa yang cukup banyak dan bersedia mengikuti program ini.

“Kita tidak menyuntik sebelum ada surat persetujuan dari orang tua,” ungkapnya. 

Dio menjelaskan bahwa vaksinasi DBD ini diberikan dalam dua dosis dengan jarak waktu tiga bulan. Menurut Dio, vaksinasi DBD ini merupakan inovasi yang perlu didukung oleh semua pihak.

“Ini memang baru yang pertama di Indonesia, vaksin ini diberikan secara gratis oleh pemerintah. Kami berharap dengan vaksinasi ini, kasus DBD di Kota Balikpapan dapat menurun dan anak-anak dapat terlindungi dari penyakit ini,” terangnya.

Selain vaksinasi, Dio juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas sarang nyamuk.

“Kami juga melakukan penaburan bubuk abate di setiap kelurahan dan fogging di daerah yang jumlah kasus DBD nya banyak,” tuturnya.

Vaksinasi DBD di Kota Balikpapan akan berlangsung hingga akhir Februari 2024. DKK Balikpapan berencana untuk menganggarkan vaksinasi DBD untuk tahun depan jika hasilnya bagus.

“Kita nunggu habis dulu. Kita lihat dulu hasilnya. Kalau hasilnya bagus kita ikutin juga,” pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler