Pedagang di Nunukan Terpaksa Datangkan Daging Ayam dari Malaysia

Pedagang di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, terpaksa mendatangkan daging ayam dari Malaysia karena tidak ada pasokan dari peternak lokal sejak beberapa terakhir, sehingga dikeluhkan masyarakat setempat.
M. Syahran W. Lubis | 20 Desember 2018 13:27 WIB
Ilustrasi pedagang daging ayam. - JIBI/Rachman

Bisnis.com, NUNUKAN – Pedagang di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, terpaksa mendatangkan daging ayam dari Malaysia karena tidak ada pasokan dari peternak lokal sejak beberapa terakhir, sehingga dikeluhkan masyarakat setempat.

Pedagang daging ayam di Pasar Pagi Kabupaten Nunukan, Hamba Timah, mengatakan sejak 4 hari terakhir daging ayam yang dijual didatangkan dari Tawau (Malaysia) dalam keadaan beku.

Dia mengatakan pasokan ayam dari peternak lokal tidak ada sementara pasokan dari Sulawesi Selatan disetop.

"Saya jual daging ayam dari sebelah (Tawau) karena tidak ada ayam lokal. Sementara banyak pelanggan yang mencari," ujar perempuan paruh baya itu pada Kamis (20/12/2018).

Dia mengemukakan setiap harinya membeli 400 kilogram daging ayam dari negara jiran demi memenuhi permintaan pelanggannya dengan harga Rp38.000 per kilogram.

Itu pun sering tidak cukup apalagi saat ini menjelang perayaan Hari Natal bagi umat Nasrani. Selain itu, lanjutnya, ayam peternak lokal belum dipanen.

Hal yang sama diutarakan Dedi, pedagang daging ayam di Pasar Inhutani Kelurahan Nunukan Utara, yang mengemukakan selama tidak ada pasokan dari peternak lokal sehingga terpaksa mendatangkan daging ayam beku atau masih hidup dari Malaysia sejak sepekan terakhir.

Tidak adanya daging ayam segar di daerah itu disebabkan oleh peternak lokal belum panen. Dia mengatakan informasi yang didapatkannya kemungkinan ayam potong segar lokal baru dipanen mendekati Hari Natal.

Kelangkaan daging ayam segar di Kabupaten Nunukan akibat tidak adanya pasokan dari Sulsel yang telah dilarang masuk sejak beberapa bulan terakhir.

Dedi mengakui mendatangkan daging ayam atau masih hidup dari Malaysia hanya sebagai alternatif semata untuk memenuhi permintaan pelanggan.

Apabila ayam potong lokal telah panen maka tidak akan membeli lagi ayam dari Malaysia. Dia mengharapkan ke depannya ketersediaan ayam lokal selalu berkesinambungan agar tidak langka seperti sekarang ini.

Daging ayam beku dari Malaysia dijual kepada pelanggannya dari Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram, demikian ditulis Antara.

Mengenai pelarangan masuk daging ayam dari Sulsel, berdasarkan informasi yang diperoleh Bisnis.com, sempat muncul kabar dilatarbelakangi penemuan pemakaian formalin untuk mengawetkannya.

Di sisi lain, ada pula kabar yang menyebutkan tidak ada proses pembekuan yang memadai pada saat pengirimannya yang memakan waktu 2 hari lewat laut sehingga berpotensi tercemar bakteri.

Tag : nunukan, daging ayam
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top