Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hutan Mangrove Kalsel 70% Rusak

Hutan mangrove di wilayah pesisir Kalsel kondisinya cukup memprihatinkan, di mana dari luasan 116.824 hektare, diperkirakan sekitar 70 persennya dalam kondisi rusak.
Rustam Agus
Rustam Agus - Bisnis.com 31 Agustus 2019  |  09:36 WIB
Perahu melintas di kawasan konservasi - ANTARA/Fiqman Sunandar
Perahu melintas di kawasan konservasi - ANTARA/Fiqman Sunandar

Bisnis.com, BANJAR BARU--Hutan mangrove di wilayah pesisir Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kondisinya cukup memprihatinkan, di mana dari luasan 116.824 hektare, diperkirakan sekitar 70 persennya dalam kondisi rusak.

"Kelestarian hutan mangrove Kalsel tergolong terancam. Untuk itu, perlu perhatian bersama dan langkah konkret menjaga dan melestarikan keberadaannya," kata Ahli Budidaya Perairan dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Pahmi Ansyari MS di Banjarbaru, Sabtu.

Menurut dia, tulis Antara, diperlukan langkah-langkah yang tepat untuk memperbaiki ekosistem hutan mangrove tersebut. Salah satu kegiatan yang nyata seperti penanaman bibit pohon mangrove.

Penanaman mangrove atau juga kerap disebut pohon bakau itu, kata dia, manfaatnya sangat besar untuk lingkungan, terutama mencegah terjadinya abrasi pantai.

"Sebagai wujud nyata kepedulian pelestarian hutan mangrove, kami akan melakukan gerakan menanam seribu mangrove dengan slogan Bergerak untuk Mangrove (BUM)," tutur Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan ULM itu.

Gerakan menanam seribu mangrove di pesisir pantai Desa Pagatan Besar, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut itu bertujuan agar mengembalikan kondisi ekosistem pesisir dan biota laut sekaligus mencegah abrasi.

"Melalui penanaman kembali ini, kita ingin pembuatan hutan bakau atau mangrove yang hijau dan lebat di kemudian hari," tandasnya.

Kegiatan penanaman pada 7 September 2019 nanti, melibatkan unsur perguruan tinggi baik dosen maupun mahasiswa, dan unsur pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten, unsur pelaku usaha PT. Arutmin Indonesia dan unsur masyarakat yaitu kelompok masyarakat nelayan Desa Pagatan Besar.

"Penanaman bibit mangrove ini juga merupakan rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun Ke-55 (Lustrum XI) Fakultas Perikanan dan Kelautan ULM tahun 2019," pungkas Pahmi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kalimantan Selatan mangrove
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top