Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hiswana Migas Kalsel Dukung Perwali Balikpapan soal Elpiji 3 Kg

Rencana Pemkot Banjarmasin menerbitkan larangan pengecer menjual Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 Kg selain pihak pangkalan resmi, diapresiasi oleh Hiswana Migas Kalsel.
Arief Rahman
Arief Rahman - Bisnis.com 22 Oktober 2019  |  14:00 WIB
Hiswana Migas Kalsel Dukung Perwali Balikpapan soal Elpiji 3 Kg
Tabung elpiji 3 kg - Antara
Bagikan

Bisnis.com, BANJARMASIN- Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin untuk menerbitkan Peraturan Walikota (Perwali) tentang larangan pengecer menjual Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 Kg selain pihak pangkalan resmi, diapresiasi oleh Himpunan Wiras­wasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kalsel.

Bahkan menurut Ketua Hiswana Migas Kalsel H Saibani, jika hal tersebut dilakukan maka bisa menjadi salah satu solusi dalam menekan harga LPG 3 Kg yang selama ini sulit dikendalikan ditingkat pengecer.

"Kami tentu apresiasi dengan terobosan menerbitkan Pilwali tersebut. Namun kebijakan tersebut hendaknya juga diimbangi dengan upaya PT Pertamina dalam menghadirkan pangkalan LPG 3 Kg yang merata di setiap Kelurahan yang ada di Kota Banjarmasin," ungkapnya, Selasa (22/10/2019).

Selain itu sebelum membuat Perwali tersebut hendaknya Pemko Banjarmasin juga dapat berkonsultasi dengan PT Pertamina dan Pemerintah Pusat. Apalagi sebelumnya sempat ada wacana Pemerintah Pusat dan PT Pertamina akan melakukan kebijakan distribusi tertutup terhadap penyaluran LPG 3 Kg agar lebih tepat sasaran.

"Jangan sampai nantinya Perwali ini tumpang tindih dengan kebijakan Pemerintah Pusat. Namun menurut kami Perwali tersebut dapat menjadi upaya sementara bagi Pemko Banjarmasin untuk menekan harga LPG 3 Kg ditingkat bawah," tambahnya.

Selain menerbitkan Perwali, hendaknya Pemko Banjarmasin bersama Pemerintah Provinsi Kalsel hendaknya juga meminta penambahan jatah kuota LPG 3 Kg kepada Pemerintah Pusat.

Karena sejak Tahun 2016 lalu kuota LPG 3 Kg untuk Provinsi Kalsel tidak pernah berubah, padahal kebutuhannya terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk.

"Dari 350 Metrik Ton LPG Subsidi dan Non Subsidi di Provinsi Kalsel yang disalurkan tiap harinya oleh Anggota Hiswana Migas, 100 Metrik Ton adalah LPG Non Subsidi. Nah angka ini idealnya harus bertambah tiap tahunnya menyesuaikan dengan penambahan jumlah penduduk," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

balikpapan elpiji 3 kg Kalsel
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top