Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konsumsi Masyarakat Kaltim Membaik di Awal Tahun 2021

Konsumsi masyarakat meningkat ditengah pasokan yang terbatas akibat faktor cuaca yang kurang kondusif pada beberapa wilayah sentra produksi pasokan pangan.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 02 Februari 2021  |  20:48 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, BALIKPAPAN – Bank Indonesia mencatat Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami inflasi pada level yang terkendali pada awal tahun 2021.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Tutuk SH Cahyono menyatakan hal tersebut disebabkan oleh membaiknya konsumsi masyarakat.

Kendati demikian, beberapa komoditas pangan mulai terjadi peningkatan harga seiring pasokan yang terganggu akibat dari adanya La Nina yang diprakirakan masih akan terjadi pada triwulan I 2021 .

"Komoditas cabai rawit mengalami inflasi sebesar 28,74 persen secara bulanan," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (1/2/2021)).

Selain itu, komoditas lain yang turut mengalami inflasi adalah ikan layang/ikan benggol sebesar 4,31 persen, kangkung sebesar 10,03 persen dan bayam sebesar 12,87 persen.

Peningkatan harga tersebut mengindikasikan bahwa konsumsi masyarakat meningkat di tengah pasokan yang terbatas akibat faktor cuaca yang kurang kondusif pada beberapa wilayah sentra produksi pasokan pangan.

Perbaikan konsumsi masyarakat juga tercermin dalam Survei Konsumen (SK) Bank Indonesia Kalimantan Timur yang mencatat Indeks Keyakinan Konsumen yang telah mendekati level optimis sebesar 99,08 lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat 92,92 pada Januari 2021.

Di sisi lain, kondisi tersebut tertahan oleh deflasi bulanan beberapa komoditas seperti bawang merah sebesar 11,03 persen, angkutan udara sebesar 6,01 persen serta daging ayam ras sebesar 2,18 persen.

Adapun, Tutuk mengungkapkan bahwa koordinasi dalam kerangka Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di wilayah Kalimantan Timur terus dilakukan.

"TPID Kaltim telah melakukan berbagai kegiatan pengendalian inflasi yaitu persiapan pelaksanaan pasar tani (farmers market) yang akan diadakan secara rutin di Kota Samarinda." ungkapnya.

Selanjutnya, keberhasilan uji coba pelaksanaan farmers market merupakan contoh jual-beli gaya baru di era baru yang telah diselenggarakan pada bulan Desember 2020, dan direncanakan akan kembali diselenggarakan secara berkala pada tahun 2021.

Tutuk berharap, penyelenggaraan Pasar Tani tersebut dapat menyediakan komoditas pangan dengan harpa terjangkau kepada masyarakat serta memberikan edukasi belanja pemenuhan kebutuhan konsumsi melalui pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat di era kebiasaan baru kepada masyarakat Kaltim.

Sebagai informasi, berdasarkan kelompok pengeluarannya, inflasi Januari 2021 utamanya bersumber dari peningkatan harga kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,69 persen serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,37 persen.

Dimana, inflasi pakaian dan alas kaki bersumber dari kenaikan beberapa komoditas seperti baju kaos berkerah wanita dan baju kaos berkerah pria dengan masing-masing mengalami inflasi sebesar 11,50 persen dan 7,04 persen secara bulanan.

 

cabai rawit mengalami inflasi sebesar 28,74% (mtm)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi kaltim
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top