Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Pariwisata Kaltim Mengambil Peluang di Tengah Peniadaan Mudik

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur Sri Wahyuni menyatakan peniadaan mudik berpotensi menjadi peluang besar bagi staycation di hotel-hotel dalam wilayah kota sekaligus bagi usaha kuliner.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 21 April 2021  |  15:53 WIB
Pemandangan pantai di Kepulauan Derawan - www.diversiondivetravel.com.a
Pemandangan pantai di Kepulauan Derawan - www.diversiondivetravel.com.a

Bisnis.com, SAMARINDA – Industri Pariwisata Kalimantan Timur dinilai memiliki tren positif saat Lebaran di tengah kebijakan peniadaan mudik.

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur Sri Wahyuni menyatakan peniadaan mudik berpotensi menjadi peluang besar bagi staycation di hotel-hotel dalam wilayah kota sekaligus bagi usaha kuliner.

"Penerapan prokes (CHSE) harus dilakukan dan mengikuti kebijakan Satgas Covid-19 masing-masing daerah," ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (21/4/2021). 

Dia menuturkan dengan adanya peniadaan mudik, maka tren berwisata diasumsikan akan menggeliat di dalam daerahnya masing-masing. 

"Kecuali jika satgas daerah lain yang saling berbatasan memiliki kebijakan lain," tuturnya.

Sri juga menjelaskan di tengah pandemi, aktivitas di sektor ekonomi termasuk pariwisata dibuka dengan pembatasan dan penetapan prokes agar kemampuan ekonomi masyarakat bisa terpelihara meski tidak seoptimal saat sebelum pandemi. Dia juga menyebutkan bahwa penyebaran virus akan terjadi bila masyarakat abai terhadap 3M.

"Supervisi penerapan prokes oleh pengelola daya tarik wisata (DTW), hotel & restoran oleh petugas satgas sama pentingnya dengan kesadaran masyarakat untuk menjadi pengunjung yang bertanggung jawab, yakni menerapkan 3M dan taat aturan prokes di tempat-tempat tersebut," jelasnya.

Adapun, dia mengungkapkan bahwa pihaknya tetap mengikuti kebijakan dari Pemerintah Pusat bahwa DTW tetap dapat dibuka, tetapi dengan penetapan dari tim satgas masing-masing daerah dengan memperhatikan penerapan protokol kesehatan dan kondisi (pandemi) daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim Arih Franata Filifus Sembiring menyebutkan pihaknya baru akan menggelar rapat koordinasi dengan seluruh stakeholder untuk memutuskan terkait implementasi SE Kasatgas Covid 19 No. 13/2021

“Rencana kami Rakor di Samarinda hari Kamis (22/4),” sebutnya.

Di sisi lain, Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kaltim, Muhammad Zulkifli, menyatakan staycation bukan hal baru, dimana tren menginap di hotel beberapa hari telah menjadi strategi perusahaan hotel untuk menggaet tamu. 

Kemudian, Zulkifli menilai kebijakan pemerintah soal larangan mudik perlu dipahami lebih jauh.

Dia menegaskan para pelaku bisnis perhotelan sudah siap dari sisi pelayanan hingga jaminan kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung.

"Kita siap tempur sudah, tapi dilihat lagi nanti, di tanggal yang sudah saya sebutkan untuk bisa memperoleh angka pasti soal peningkatan," pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltim
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top