Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kawasan Industri di Bontang Serap Tenaga Kerja Lokal Hingga 80 Persen

PT Kaltim Industrial Estate (KIE) menyebutkan proses pemenuhan kebutuhan tenaga kerja melalui perekrutan tenaga kerja lokal yang bekerja sama dengan pemerintah setempat.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 14 Desember 2021  |  03:38 WIB
Kawasan Industri di Bontang Serap Tenaga Kerja Lokal Hingga 80 Persen
Wilayah kerja PT Kaltim Industrial Estate (KIE) di Kota Bontang, Kaltim. - Istimewa

Bisnis.com, SAMARINDA – Kawasan industri di Kota Bontang, Kalimantan Timur menyerap lebih dari 80 persen tenaga kerja lokal.

Direktur Utama PT Kaltim Industrial Estate (KIE) Minarni F Dwiningsih menyatakan proses pemenuhan kebutuhan tenaga kerja selama ini adalah melalui perekrutan tenaga kerja lokal yang bekerja sama dengan pemerintah setempat.

“Nah, hal ini karena seiring adanya kebijakan dari Pemerintah Kota Bontang bahwa perusahaan harus memaksimalkan tenaga kerja lokal,” ujarnya, Senin (13/12/2021).

Dia menambahkan, tenaga kerja lokal yang ada di Bontang yaitu tenaga belum terampil maupun tenaga terampil yang telah dilengkapi dengan kompetensi teknis yang diperlukan oleh perusahaan industri.

“Selama ini KIE selalu memberdayakan tenaga lokal tersebut, baik sebagai karyawan maupun tenaga kontrak dalam proyek-proyek untuk [sektor usaha] konstruksi,” katanya.

Wanita yang akrab disapa Wiwin itu menyatakan dalam upaya mengurangi pengangguran pihaknya juga menjalin sinergi yang baik antara KIE dengan pemerintah dan stakeholder lainnya mengenai optimalisasi tenaga kerja.

“Tapi kalau di Bontang enggak ada [tenaga kerja], kami akan rekrut ke Kaltim, kalau tidak ada baru kami rekrut [secara] nasional gitu,” katanya.

Adapun, dia menuturkan bahwa perekrutan pekerja dibuka sesuai dengan jenjang pendidikan, yaitu -dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hingga jenjang Perguruan Tinggi.

“Kalau operator karena butuhnya adalah keahlian, otomatis cukup SMK atau SMA. Tapi kalau untuk arsitek, civil engineer, mechanical engineer, dan sebagainya itu ya mau enggak mau dari perguruan tinggi,” jelsnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tenaga kerja kawasan industri bontang
Editor : Hafiyyan

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    Terpopuler

    Banner E-paper
    back to top To top