Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyedia Jasa Tour & Travel di Kaltim Ungkap Strategi Bertahan Juga Sampaikan Harapan

Ketua DPD ASITA Kaltim I Gusti Bagus Putra menyatakan strategi yang dilakukan pelaku bisnis travel untuk dapat bertahan adalah dengan kembali menjual tiket kapal laut, menjual kamar hotel di seluruh Indonesia bagi perjalanan dinas, efisiensi biaya operasional yang bisa di atur dan penjualan paket Tour.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 14 Juni 2022  |  14:42 WIB
Wisata Alam Pulau Lusi mulai menerima kunjungan wisatawan.  - KKP
Wisata Alam Pulau Lusi mulai menerima kunjungan wisatawan. - KKP

Bisnis.com, BALIKPAPAN –– Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Provinsi Kalimantan Timur membeberkan sejumlah strategi dalam menghadapi tingginya tarif penerbangan.

Ketua DPD ASITA Kaltim I Gusti Bagus Putra menyatakan strategi yang dilakukan pelaku bisnis travel untuk dapat bertahan adalah dengan kembali menjual tiket kapal laut, menjual kamar hotel di seluruh Indonesia bagi perjalanan dinas, efisiensi biaya operasional yang bisa di atur dan penjualan paket Tour.

Dia menambahkan, tingginya tarif penerbangan berimbas pada penyedia jasa tour dan travel.

Saat ini, tarif penerbangan sudah terlampau mahal, sehingga penjualan tiket untuk masyarakat Kaltim yang ingin bepergian keluar daerah tidak berkembang.

“Hanya urusan kunjungan kerja bagi ASN keluar daerah yang masih bisa diharapkan penjualan tiket pesawat,” ujarnya, Selasa (13/6/2022).

Dia menjelaskan, saat ini penjualan tiket pesawat turun hingga 90 persen dibandingkan sebelum pandemi karena beberapa operator penerbangan menutup operasionalnya seperti Tigerair Mandala, Batavia Air, Pelita Air Service dan penerbangan reguler lain.

Adapun, Putra meminta agar pemerintah mempermudah operator sejenis dalam membuka penerbangan sebagai pengganti operator penerbangan yang tutup.

“Buka frekuensi penerbangan kembali seperti tahun 2019 ke bawah,” pungkasnya.

Berdasarkan data BPS Kaltim, jumlah kumulatif penumpang udara mengalami peningkatan sebesar 37,62 persen atau sebanyak 599.473 orang pada periode Januari hingga April 2022 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu 435.594 orang.

Jumlah penumpang domestik terbesar melalui Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan yaitu mencapai 130.970 orang atau 76,44 persen dari total penumpang domestik, diikuti Bandara APT Pranoto – Samarinda 30.598 orang atau 17,86 persen.

Untuk kunjungan wisatawan mancanegara, mulai Agustus 2021 hingga April 2022 tercatat nihil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltim asita
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top