Pemprov Kaltim Sediakan 18.000 Pohon Pisang Kepok Gerecek Buat Petani

Kepala Bidang Hortikultura DPTPH Kaltim Kosasih menyampaikan akan terus mendukung pengembangan pisang kepok gerecek yang bersumber dari dana APBD.
Perkebunan pisang di Kalimantan Timur (Kaltim) diklaim mampu memberikan kontribusi besar dalam hal ekspor di sektor pertanian dan menjadi alternatif bagi perkebunan kelapa sawit.
Perkebunan pisang di Kalimantan Timur (Kaltim) diklaim mampu memberikan kontribusi besar dalam hal ekspor di sektor pertanian dan menjadi alternatif bagi perkebunan kelapa sawit.

Bisnis.com, BALIKPAPAN –– Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur (DPTPH Kaltim) siap menyalurkan bantuan 18.000 pohon pisang kapok gerecek kepada petani.

Kepala Bidang Hortikultura DPTPH Kaltim Kosasih menyampaikan akan terus mendukung pengembangan pisang kepok gerecek yang bersumber dari dana APBD.

“Pemprov kaltim mendukung untuk pengembangan pisang kepok gerecek sebanyak 18.000 pohon untuk 3 kabupaten,” ujarnya, Selasa (21/3/2023).

Selain itu, melalui Pameran Indonesia Tourism investment & Trade Expo 2023 di Bali, Kosasih menyebutkan DPTPH Kaltim berhasil meraup transaksi dagang sebesar Rp11,23 miliar untuk komoditas pisang kepok gerecek asal Kutai Timur.

“Alhamdulillah, semoga menjadi motivasi bagi pelaku usaha di bidang hortikultura Kaltim,” terangnya. 

Sebagai informasi, Pisang kepok gerecek adalah salah satu varietas pisang kepok yang berasal dari Kabupaten Kutai Timur.

Pisang ini memiliki ciri khas berkulit hijau dan daging buah berwarna kuning keputihan dan memiliki rasa yang manis dan tekstur yang lembut.

Ketua Koperasi Taruna Bina Mandiri Priyanto menyatakan selain memenuhi pasar lokal, pisang juga diekspor ke luar negeri.

Negara tujuan ekspor meliputi Malaysia, Taiwan, Pakistan, dan Kanada. Saat ini, luas lahan yang sedang dikembangkan mencapai sekitar 2.100 hektare, termasuk yang didukung oleh pemerintah dan mandiri.

Adapun, dia berharap Pemerintah dapat memperhatikan pembangunan infrastruktur pertanian agar petani dapat memaksimalkan pemasaran hasil panen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Ajijah

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper