Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pertumbuhan Ekonomi Kaltim 2023 Naik Hingga 5 Persen? Ini Kata Bank Indonesia

Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi Kaltim akan menguat hingga 5,10 persen (yoy).
Jalan tol Balikpapan--Samarinda sepanjang 99,35 km ini menghubungkan dua kota terbesar di Kalimantan Timur, yakni Balikpapan dan Samarinda. /Kementerian PUPR
Jalan tol Balikpapan--Samarinda sepanjang 99,35 km ini menghubungkan dua kota terbesar di Kalimantan Timur, yakni Balikpapan dan Samarinda. /Kementerian PUPR

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi Kaltim akan menguat hingga 5,10 persen (yoy) pada tahun 2023.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Ricky P Gozali mengatakan prediksi ini didasarkan pada peningkatan kinerja di sektor-sektor utama seperti pertambangan, industri pengolahan, konstruksi, pertanian, dan perdagangan.

“Serta dukungan pertumbuhan positif dalam komponen pengeluaran, termasuk ekspor, investasi, dan konsumsi rumah tangga,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jum’at (24/3/2023).

Dia mengungkapkan bahwa kegiatan ekonomi dan dunia usaha yang semakin kondusif, serta tingginya permintaan komoditas utama Kaltim di pasar global, telah berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang signifikan.

"Pencabutan kebijakan PPKM secara nasional dan permintaan yang masih tinggi untuk komoditas Kaltim di pasar global telah mendorong pertumbuhan ekonomi di tahun ini," katanya.

Sebelumnya, kinerja ekonomi Kaltim pada tahun 2022 mencatat pertumbuhan 4,48 persen (yoy), menguat dari 2,55 persen (yoy) pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini sejalan dengan perekonomian Kalimantan dan nasional, yang tumbuh 4,94 persen (yoy) dan 3,23 persen (yoy) pada tahun 2021.

Di sisi lain, dia menyebutkan sektor pertambangan Kaltim diperkirakan akan terus tumbuh seiring dengan membaiknya rantai pasok energi global. Namun, pertumbuhan ini dihambat oleh beberapa faktor, seperti fenomena La Nina yang menyebabkan cuaca kurang kondusif dan keterbatasan alat berat pertambangan.

"Dinamika perdagangan batu bara antara Australia dan China akan mempengaruhi harga dan arah rantai pasok batu bara dunia, yang juga akan berdampak pada pasar ekspor batu bara Kaltim," sebutnya.

Dia berharap pertumbuhan ekonomi Kaltim yang signifikan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memacu investasi di berbagai sektor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper