Nilai Tukar Petani Kaltim Naik 0,31%

Badan Pusat Statistik mencatat Nilai Tukar Petani di Kalimantan Timur pada Februari 2019 naik 0,31% menjadi 94,47 dari sebelumnya pada Januari sebesar 94,18.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 04 Maret 2019  |  20:26 WIB
Nilai Tukar Petani Kaltim Naik 0,31%
Petani memanen cabai - ANTARA/Yusuf Nugroho

Bisnis.com, SAMARINDA -- Badan Pusat Statistik mencatat Nilai Tukar Petani di Kalimantan Timur pada Februari 2019 naik 0,31% menjadi 94,47 dari sebelumnya pada Januari sebesar 94,18.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Atqo Mardianto mengatakan peningkatan NTP disebabkan oleh penurunan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib).

Atqo menyatakan NTP per subsektor Provinsi Kalimantan Timur Februari 2019 yaitu Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) sebesar 95,16, sementara Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) sebesar 90,92, lalu Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) sebesar 80,85, lalu Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) sebesar 112,36, dan Nilai Tukar Petani Perikanan (NTPN) sebesar 104,05.

"Pada Februari 2019, hanya subsektor peternakan yang mengalami penurunan NTP, yaitu sebesar 1,08% sedangkan subsektor lainnya meningkat," ujar Atqo melalui siaran pers yang diterima Bisnis, Senin (4/3/2019).

Atqo menambahkan bahwa NTPP mengalami peningkatan sebesar 0,34%, NTPH mengalami peningkatan sebesar 0,45%, NTPR mengalami peningkatan 0,92%, dan NTPN mengalami peningkatan sebesar 1,04%.

Adapun Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Kalimantan Timur pada Februari 2019 sebesar 106,03 atau turun 0,24% dibanding NTUP pada Januari yang tercatat sebesar  106,29. Hanya subsektor perkebunan rakyat dan perikanan yang mengalami peningkatan NTUP.

Asal tahu saja, Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Isran Noor mengatakan bidang hortikultura di Kaltim masih terus dikembangkan karena punya peluang yang sangat besar. Dia optimistis dengan ketersediaan lahan dan untuk tahun ini Kaltim akan banjir buah-buahan. 

"Tahun ini, kita banjir buah-buahan, seperti buah elai yang hanya  tumbuh di Kalimantan, durian, rambutan, duku, langsat, nanas, buah naga dan buah lainnya," kata Isran Noor.

Dia pun menambahkan bahwa buah lokal di Kaltim perlu dikembangkan dengan melibatkan masyarakat dan lingkungan keluarga. Selain itu pihak swasta juga bisa mengembangkan buah lokal dengan cara menghijaukan lahan kosong lalu ditanami buah lokal.

"Sudah saatnya kita sebagai negara beriklim tropis dan segala potensi yang ada untuk menghasilkan buah-buahan kualitas terbaik sehingga mampu mengedepankan buah-buahan lokal dan segera menuju swasembada buah nasional," uajrnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Kaltim Ibrahim mengatakan untuk beberapa jenis tanaman buah lokal, telah dikembangkan di Balai Benih Induk Hortikultura (BBIH) Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara.

"Selain buah lokal, buah duku dari Sumatera juga berhasil kita kembangkan, bahkan beberapa hari lalu, Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi telah memanen buah duku," kata Ibrahim.

Ibrahim menyebut bahwa Dinas PTPH juga memberikan bibit buah durian dan elai kepada masyarakat pada saat melakukan kunjungan kerja ke daerah-daerah. Selain untuk menjaga kelestarian buah tersebut, juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan dan perbatasan.

 "Karena apabila bibit buah yang diberikan sudah menghasilkan tentu dapat membantu perekomian mereka," papar Ibrahim. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kaltim, nilai tukar petani, ntp

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top