Kaltara Pacu Pajak Motor dengan Samsat Payment Point

Pemprov Kalimantan Utara berharap mekanisme Samsat Payment Point bisa mendorong pertumbuhan pajak kendaraan bermotor untuk pendapatan daerah
Yanuarius Viodeogo | 30 April 2019 20:28 WIB
Warga antre untuk memperpanjang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) di Samsat - Antara/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA -Pemprov Kalimantan Utara berharap mekanisme Samsat Payment Point bisa mendorong pertumbuhan pajak kendaraan bermotor untuk pendapatan daerah. 

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kaltara Busriansyah mengatakan, Samsat Payment tersebut untuk menjangkau pelayanan di tiap kabupaten dan kota tanpa wajib pajak harus datang ke kantor Samsat Induk. 

"Sistem jemput bola ini memungkinkan WP untuk membayar pajaknya tanpa mendatangi kantor UPT (Unit Pelaksana Teknis) Samsat. Kecuali bayar pajak 5 tahun harus ke Samsat Induk karena ada proses gesek rangka mesin kendaraan," kata Busriansyah dari siaran pers Pemprov, Selasa (30/4/2019). 

Adapun Samsat Payment Point itu berada di 3 unit Kabupaten Bulungan, 6 unit di Kota Tarakan, 2 unit di Nunukan. Pihaknya berencana untuk membuka lagi di Malinau, Long Loreh dan Pulau Sapi. 

Adapun jumlah kendaraan di Kaltara per 23 April 2019 mencapai 321.955 unit, terdiri dari 288.325 unit roda dua dan 33.532 unit roda 4. 

Selain itum ada 98 unit kendaraan alat berat dan kendaraan jenis bukan umum sebanyak 307.637 unit, kendaraan umum 2.913 unit dan kendaraan dinas mencapai 11.405 unit. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Samsat, kaltara

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top