Pelajar Pejuang Rupiah Kampanyekan Rupiah Lewat Mading 3D

Mading Rupiah 3D ini mencoba mendobrak segala stigma bahwa membaca dan memperoleh informasi selama ini membosankan dan kurang atraktif.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 12 November 2019  |  21:21 WIB
Pelajar Pejuang Rupiah Kampanyekan Rupiah Lewat Mading 3D
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi (tiga kanan) dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Bimo Epyanto (empat kanan) berpose bersama pemenang Lomba Mading Rupiah 3D. Mading Rupiah 3D ini mencoba mendobrak segala stigma bahwa membaca dan memperoleh informasi selama ini membosankan dan kurang atraktif. - JIBI/Istimewa

Bisnis.com, BALIKPAPAN—Kampanye cinta rupiah dapat dimulai dari memberikan informasi penting melalui wadah yang menarik.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Bimo Epyanto mengatakan bahwa hal tersebut sudah diterapkan dalam lomba Mading Rupiah 3D dalam program Sekolah Peduli Rupiah (SPR). Berbeda dengan mading yang umumnya dalam bentuk tulisan di dinding, Mading Rupiah 3D ini mencoba mendobrak segala stigma bahwa membaca dan memperoleh informasi selama ini membosankan dan kurang atraktif.

Bimo menyebutkan kreativitas materi edukasi rupiah dalam mading ini harus memasukkan unsur tagline 5 Jangan, yakni Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan  Dibasahi, Jangan Diremas, dan Jangan Distapler. Selain itu, unsur campaign lain yang harus dimasukkan adalah tagline 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang ke dalam materi Mading Rupiah 3D.

“Ini menguji kreativitas para pelajar untuk menyampaikan materi edukasi yang menarik. Ada peserta yang mengilustrasikan proses distribusi uang rupiah hingga ke pelosok negeri, adapula tentang pembuatan uang rupiah dari Peruri hingga sampai di tangan masyarakat, bahkan juga menggambarkan kondisi di pasar," katanya, Selasa (12/11/2019).

Selama 4 jam lamanya, masing-masing kelompok yang beranggotakan tiga orang pelajar merakit mading yang terbuat dari beberapa bahan, seperti kayu, sterofoam, kertas, kapas dan beberapa bahan lainnya. Sementara bahan baku dari plastik tidak diperbolehkan untuk digunakan sebagaimana peraturan yang telah disampaikan pada siswa sebelumnya.

Kelompok yang beranggotakan tiga orang pelajar merakit mading yang terbuat dari beberapa bahan, seperti kayu, sterofoam, kertas, kapas dan beberapa bahan lainnya dalam puncak acara Sekolah Peduli Rupiah./JIBI-Istimewa

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengapresiasi segala keunikan dan kreativitas mading rupiah ini ketika berkunjung ke area showcase Mading Rupiah 3D.

Adapun komponen kreativitas, keunikan, kesesuaian dengan tema, kebersihan, kerapian dan presentasi dari peserta menjadi penilaian utama dari juri untuk menentukan dari pemenang lomba mading kali ini.

Hasilnya, SMA Negeri 8 Balikpapan menjadi Juara I dalam lomba setelah meraih nilai tertinggi dari juri, disusul SMK Negeri 2 Balikpapan sebagai Juara II dan SMA Negeri 6 Balikpapan sebagai Juara III.

Acara tersebut digelar bertepatan dengan Hari Pahlawan pada Minggu, 11 November 2019. Sebanyak 87 pelajar dari 29 tim yang mewakili sekolah-sekolah menengah atas / sederajat di Kota Balikpapan saling unjuk kreativitas pada lomba Mading Rupiah 3D sebagai rangkaian acara dari Sekolah Peduli Rupiah: “Pelajar Pejuang Rupiah” yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia balikpapan

Editor : Media Digital
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top